Timnas Italia Tersingkir, Apa Dalih Luciano Spalletti?

Timnas Italia Tersingkir – Juara bertahan Italia Tersingkiran oleh Timnas Swiss di babak 16 besar Euro 2024, Sabtu. laga antara tim Swiss vs Italia di Olympiastadion itu berakhir dengan skor 2-0.

Pada laga tersbut gol pembuka di berikan oleh pemain swiss yang di cetak oleh Romo Freuler pada menit ke 37, pada delapan menit sebelum babak pertama habi dan Gol kedua diberikan oleh tim negeri susu dan madu (swiss) diciptakan oleh Ruben Vergas diawal babak kedua, tepatnya di menit ke 46.

Swiss maju ke perempat final. Di babak 8 besar, Swiss akan menghadapi salah satu dari Inggris atau Slovakia. Sementara itu, Italia harus kandas.

Tersingkir dan gagal lolos ke perempat final, pelatih Italia, Luciano Spalletti, berdalih bahwa dia tak punya cukup waktu untuk mempersiapkan timnya. Selain itu, menurut mantan arsitek Napoli tersebut, skuadnya juga tidak sempurna seiring cederanya beberapa pemain andalan.

Spalletti : Coach Lain 20 Pertandingan

“Ini adalah bagian dari proses, Semua coach lainnya memimpin 20 laga sebelum mereka mengikuti piala europa ini,” kata pelatih sepak bola negara Spaghetti tersebut, seperti dilansir situs resmi UEFA.

“Saya hanya punya sepuluh, dan kami selalu mendapat tekanan – ‘harus menang, harus menang’.”

“Saya mungkin perlu mengenal tim saya sedikit lebih baik agar dapat mengatur semuanya dengan lebih baik. Ada juga pemain-pemain yang saya andalkan, tapi cedera,” imbuhnya.

Spalletti Akui Swiss Layak Menang Melawan Timnas Italia

Timnas swiss berhasil membobol gawang dari timnas italia

“Dalam hal intensitas, kami berada di bawah standar, dan Swiss layak menang,” lanjut Spalletti.

“Masa depan tim sepak bola italia sekarang dihadapkan pilihan yang sulit; kami memerlukan fisik yang lebih. Kami memiliki kualitas, tetapi ketika Anda kehilangan intensitas selama 90 menit, wajar saja jika Anda berpikir perlu mengubah sesuatu lebih mengandalkan fisik.”

Italia memang sukses lolos dari fase grup. Namun, tim ini belum punya karakter yang cukup kuat. Hasilnya, mereka langsung kandas di 16 besar.

“Kami berhasil lolos dari grup yang sulit. Namun, dalam hal fundamental, kami tidak melihat tim dengan karakter. Itulah yang kami pelajari dari pengalaman di Euro 2024 ini,” tutur Spalletti.